Kemarin sore ada yang salah dengan nasi di rumah. Mungkin karena kurang air, jadi nasi hanya matang di bawah sedangkan di bagian atasnya masih aron. Malamnya, jadilah kami makan mie instan semua.
Pagi ini saya memutuskan untuk membuat nasi goreng, tapi... olala, ternyata tetap saja bagian nasi yang belum matang tidak bisa diupgrade menjadi lebih matang, sementara nasi yang matang malah menjadi lembek.
Melihat keadaan ini, si tengah yang kami daulat sebagai chef sibuk mencari ide untuk mengolah nasi tadi. Setelah beberapa waktu mendiskusikan kemungkinan ini dan itu, akhirnya ia memutuskan mengolahnya menjadi bola-bola nasi.
Dengan bantuan kakaknya, sang chef sibuk di dapur mengoordinir persiapan pembuatan bola-bola nasi. Sementara ia menyiapkan bumbu-bumbunya, kakaknya membantu menyiapkan bahannya. Sederhana lho, ternyata. Bahannya hanya bawang bombay yang ditumis bersama potongan wortel yang dipotong dadu kecil-kecil, dicampur parutan keju, merica, dan garam.
Setelah semua bahan dan bumbu matang, lalu dicampurkan ke nasi goreng yang gagal dimasak hingga rata. Setelah itu, mereka buat bulatan bola-bola yang diisi dengan potongan keju. Membayangkan kejunya, langsung menetes air liur saya. Hahaha.
Bola-bola yang sudah terbentuk lalu dicelupkan ke dalam kocokan telur dan digulingkan di atas gundukan tepung roti. Sayang, kami harus menunggu sedikit lebih lama karena bola-bola nasi yang sudah diselimuti tepung roti ini baru bisa digoreng setelah disimpan di freezer selama setidaknya 1 jam.
Tapi, ah, ternyata penantian 1 jam itu terbayarkan sudah. Sore ini kami bisa menikmati nasi yang hampir saja mubadzir terbuang menjadi bola-bola nasi berisi keju yang lezat. Nyammm. Alhamdulillah ^_^
Showing posts with label Belajar Masak Yuuuk .... Show all posts
Showing posts with label Belajar Masak Yuuuk .... Show all posts
Saturday, June 30, 2018
Monday, June 17, 2013
Belajar Masak #7 Kue Semprit
Hari ini si bungsu request ingin praktik masak. Awalnya si bungsu ingin bikin donat, tapi saya kasih dia usulan yang lebih menantang: belajar bikin kue untuk persiapan lebaran. Hehehe, ini sih sebenarnya boleh-bolehnya saya aja mengajak si bungsu untuk menemani saya belajar bikin kukis untuk persiapan lebaran. Si bungsu sendiri keliatan sangat antusias. Kami lalu browsing cari resep kukis sederhana yang menggunakan sedikit telur dan sedikit margarin saja supaya bisa memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah saja. Akhirnya, ketemulah satu resep kukis klasik yang sering saya temui saat lebaran: kue semprit. Resepnya saya temukan di website sajian sedap.
Bahan-bahan:
150 gr margarin (saya pakai cuma 100 gr, karena memang sisa margarin di dapur tinggal 100 gr :p)
25 gr susu bubuk
1 kuning telur
200 gr tepung terigu (saya kurangi jadi 175 gr)
25 gr tepung maizena
100 gr gula halus (saya pakai gula biasa dengan takaran 80 gr saja)
1/2 sdt vanili bubuk
Cara membuat:
(1) margarin, gula, dan vanili dikocok hingga rata, masukkan kuning telur lalu aduk rata
(2) campurkan dengan susu, tepung terigu, dan maizena
(3) buat bentuk sesuai selera. Kalau menuruti resep asli, harusnya bentuknya dibuat dengan semprotan (apa sih istilah kulinernya yang tepat?) berbentuk bunga, tapi saya minta si bungsu untuk membentuk dengan cetakan lucu yang dia dapat sebagai kado ulang tahun dari tantenya ^^ *makasih tante ...* lagipula mungkin karena komposisi margarin yang dipakai tidak sesuai takaran jadinya tekstur adonan tidak memadai pula untuk dicetak dengan semprotan.
Hasilnya ... voila ... kayak begini ini nih hasil eksperimen saya dan si bungsu ^^
foto: aseli buatan sendiri
Tuesday, June 4, 2013
Belajar Masak #6 Brownies
Halah ... hari ini postingannya masak lagi. Lagi semangat untuk belajar masak nih ceritanya ... Tapi, eh, ngga ding. Jujur aja, yang semangat masak sebenarnya bukan saya, tapi si bungsu. Ceritanya, kemarin setelah berhasil (di dalam kamus belajar memasak saya tidak ada istilah gagal, adanya istilah berhasil saja, hehehe ..., bahkan sekiranya hasil masakannya kurang enak pun saya berusaha membuat sugesti positif dengan mengatakan, 'variasi rasa', hihihi ... pembaca dilarang protes, ya :D) membuat banana muffin, si bungsu protes ke saya karena dia ngga bisa ikut makan karena 'beda selera' (untuk tidak mengatakan: tidak doyan, bwahahaha ....).
Sebagai kompensasinya, si bungsu minta saya untuk melibatkan dia dalam proses memasak karena dia yakin bahwa kalau dia terlibat maka masakan saya akan sesuai dengan seleranya. Jadi, dengan mempertimbangkan seleranya pula, saya mencoba pilihkan resep kue baru untuk kami praktikkan bersama: brownies. Resepnya saya dapatkan dari Majalah Ummi edisi lawas. O ya, karena cara membuatnya memang praktis, jadi persiapan membuatnya tidak lebih dari 15 menit.
Bahan-bahannya:
1,5 cup tepung terigu
1,5 cup gula pasir (saya kurangi jadi 1 cup kurang dikit)
4 butir telur, dikocok
1/2 sdt vanili
3/4 coklat bubuk (saya kurangi jadi 1/2 cup)
1 cup minyak goreng (saya kurangi juga jadi 1/2 cup saja)
Topping bebas: boleh keju parut, boleh kacang mede, boleh juga irisan kacang almond.
Cara membuatnya:
(1) gula pasir dan telur diaduk rata
(2) Tambahkan tepung terigu, vanili, coklat bubuk, dan minyak goreng
(3) Masukkan ke dalam loyang. Masak di oven.
O ya, hampir lupa, untuk topping saya pakai sisa keju yang tinggal se-emprit di kulkas. makanya ada parutan keju yang gede-gede akibat ngga bisa keparut. Karena mau masuk perut sendiri, jadi banyak kriteria makanan layak pandang dan layak icip diabaikan ... yang penting kan tidak memabukkan (elho?!).
Hasilnya ... voila! Apa adanya seperti yang tampak dalam gambar ^^
Psst, resep ini kami ujicobakan persis sebelum waktunya si bungsu tidur. Rencananya malam ini kami mau tidur lebih awal, tapi si bungsu kembali protes karena kami belum juga membuat brownies yang kami rencanakan tadi siang, maka dengan satu anggukan kepala si bungsu pun sigap mengambilkan semua bahan yang diperlukan. Untuk urusan kocok-mengocok, aduk-mengaduk, rata-meratakan, hingga memarut keju, semua dikerjakan si bungsu. Saya cuma jadi tukang timbang takarannya sadjah. Dan itulah sebenarnya hal yang paling menyenangkan bagi saya: melihat si bungsu antusias dengan apa yang dilakukannya. Syukur alhamdulillah ^^
Sebagai kompensasinya, si bungsu minta saya untuk melibatkan dia dalam proses memasak karena dia yakin bahwa kalau dia terlibat maka masakan saya akan sesuai dengan seleranya. Jadi, dengan mempertimbangkan seleranya pula, saya mencoba pilihkan resep kue baru untuk kami praktikkan bersama: brownies. Resepnya saya dapatkan dari Majalah Ummi edisi lawas. O ya, karena cara membuatnya memang praktis, jadi persiapan membuatnya tidak lebih dari 15 menit.
Bahan-bahannya:
1,5 cup tepung terigu
1,5 cup gula pasir (saya kurangi jadi 1 cup kurang dikit)
4 butir telur, dikocok
1/2 sdt vanili
3/4 coklat bubuk (saya kurangi jadi 1/2 cup)
1 cup minyak goreng (saya kurangi juga jadi 1/2 cup saja)
Topping bebas: boleh keju parut, boleh kacang mede, boleh juga irisan kacang almond.
Cara membuatnya:
(1) gula pasir dan telur diaduk rata
(2) Tambahkan tepung terigu, vanili, coklat bubuk, dan minyak goreng
(3) Masukkan ke dalam loyang. Masak di oven.
O ya, hampir lupa, untuk topping saya pakai sisa keju yang tinggal se-emprit di kulkas. makanya ada parutan keju yang gede-gede akibat ngga bisa keparut. Karena mau masuk perut sendiri, jadi banyak kriteria makanan layak pandang dan layak icip diabaikan ... yang penting kan tidak memabukkan (elho?!).
Hasilnya ... voila! Apa adanya seperti yang tampak dalam gambar ^^
foto: aseli masih anget, belum lama diambil dari oven
Psst, resep ini kami ujicobakan persis sebelum waktunya si bungsu tidur. Rencananya malam ini kami mau tidur lebih awal, tapi si bungsu kembali protes karena kami belum juga membuat brownies yang kami rencanakan tadi siang, maka dengan satu anggukan kepala si bungsu pun sigap mengambilkan semua bahan yang diperlukan. Untuk urusan kocok-mengocok, aduk-mengaduk, rata-meratakan, hingga memarut keju, semua dikerjakan si bungsu. Saya cuma jadi tukang timbang takarannya sadjah. Dan itulah sebenarnya hal yang paling menyenangkan bagi saya: melihat si bungsu antusias dengan apa yang dilakukannya. Syukur alhamdulillah ^^
Monday, June 3, 2013
Belajar Masak #5 Muffin Pisang
Pagi tadi, sebenarnya sudah saya siapkan tulisan untuk diposting di blog. Agak luar biasa, sebenarnya, karena biasanya kalau pagi-pagi belum ada gambaran mau nulis apa, tapi karena temanya udah kepikiran sejak semalem, jadi waktu bangun tidur pagi tadi buru-buru nulis semua ide yang udah terbayang. Tapi, olala, waktu naskah siap diberi image penyerta, ternyata internetnya off dan blogspot memberi tanda: stay or leave page ... tanpa pikir panjang saya pilih yang leave page, tapi setelah itu ... oh, baru sadar apa yang saya lakukan. Teks yang ditulis panjang-panjang belum juga disimpan dalam draft, sehingga tidak ada jejak sama sekali dari tulisan saya. Alamak.
Karena kesal saya jadi malas ngetik ulang dari awal. Saya pikir betenya akhir berakhir segera, tapi ternyata sampai siang pun masih bete, wah gawat ... saya pun cari cara. Akhir-akhir ini, saya suka dengan praktik masak cup cake, jadi saya pikir mungkin cari resep cup cake bisa dicoba juga. Eh, pucuk dicinta ulam tiba, saya temukan satu resep dari majalah ummi edisi agak lawas. Cocok sekali. Di resepnya disebutkan kalau bahan utamanya adalah pisang.... Kebetulan Abi baru saja beli pisang banyak, jadi saya ngga perlu cari-cari bahan yang belum ada. Ah, senangnya.
O ya, resep yang saya praktikkan kali ini sebenarnya bukan cup cake, tapi muffin. Menurut orang yang jago masak dan bikin kue, muffin dan cup cake itu berbeda. Tapi, sebagai orang awam, saya sih melihat keduanya seperti saudara kembar, atau setidaknya sepupu ^^
Bahan-bahannya:
2 buah pisang ambon, diblender (saya pakai pisang apa pun yang ada di rumah)
100 gr gula pasir (saya pakai 80 gr saja)
130 gr tepung terigu
100 gr mentega, dicairkan
1 butir telur, dikocok
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
Cara membuatnya:
(1) Pisang yang sudah dihaluskan dicampur dengan gula pasir, ratakan
(2) Masukkan tepung terigu, telur yang sudah dikocok dan mentega yang sudah dicairkan, ratakan
(3) Terkhir, tambahkan baking powder dan baking soda, ratakan
(4) Siap untuk dipanggang. Dalam resep disebutkan supaya dipanggang di oven dengan suhu 180 derajat, tapi saya kan pakai oven B*MA, jadi saya ngga pakai perhitungan derajat, tapi lama pemanggangan kurang lebih 20 menit.
Senangnya, karena tidak perlu dimixer, jadi alat-alat yang dipakai tidak banyak, cucian kotor juga tidak banyak ^^ dan lebih praktis juga ^^ Tapi, tidak senangnya, karena warnanya agak gelap dan tidak ada toppingnya, jadi anak-anak juga terlihat kurang semangat memakannya *sigh* Wah, alamat bakal jadi cemilan saya dan Abi berdua saja ... May be if next time I try something different with chocolate inside, kids will love it ... Semangaaat!
foto: muffin aseli buatan sendiri
*) muffin yang terlihat ada lubangnya itu sebenarnya muffin yang ditusuk-tusuk (random) dengan sumpit untuk mengecek apakah sudah matang bagian dalamnya atau belum
Friday, May 31, 2013
Belajar Masak #4 Cup Cake Kurma, topping keju
Hari ini mendemomasakkan kembali resep cup cake kurma, tapi kali ini toppingnya pakai keju. Alhamdulillah, meski tanpa supervisi Tante Uyuy, cup cakenya jadi! terus, alhamdulillahnya lagi, anak-anak juga suka ^^
foto: aseli cup cake buatan sendiri!
Wednesday, May 22, 2013
Belajar Masak #4 Cup Cake Kurma, topping coklat meses
Hari ini mau bikin tulisan tentang muslim di India, tapi entah kenapa baru setengah jalan, trus dihadang rasa malas meneruskannya. Konon, orang harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk memutus kejenuhan atau makan sesuatu yang bikin semangat kembali, seperti ... coklat! Waktu buka kulkas mau cari coklat, tiba-tiba mata tertumbuk pada kurma. Duh, iya ya, di kulkas masih ada sisa kurma, padahal ... psst, itu tuh sisa dari lebaran tahun lalu (jleger!!!).
Melihat kurma yang teronggok tanpa daya, Tante Uyuy yang kebetulan sedang main ke rumah tiba-tiba punya ide bikin cup cake kurma. Setelah diolah, ternyata hasilnya enyak enyak enyak ... alhamdulillah, kurmanya bisa dimanfaatkan. Meskipun sekarang kurmanya masih tersisa 300 gram lagi, tapi setelah anak-anak dan Abi ngga berhenti cemal-cemil cup cake, saya jadi bersemangat untuk mencoba-coba resep lainnya yang berbahan kurma ... *semoga semangatnya ngga anget-angetan, xixixi*.
O ya, terima kasih buat Tante Uyuy yang sudah membagi resep cup cake kurmanya ...
Bahan-bahan:
- telur 3 butir, dipisah kuning dan putihnya
- tepung terigu 150 gram
- gula halus 100 gram (kalau isinya bukan kurma, mungkin gula halusnya bisa ditambahkan, tapi karena kurma sudah manis, jadi gula halus cukup antara 80-100 gram saja).
- soda kue, 1 sendok teh
- baking powder, 1 sendok teh
- margarin, 200 gram
- kurma, keluarkan bijinya, potong dadu kecil-kecil
Untuk topping:
bebas, boleh dengan atau tanpa topping.
Jika ingin topping, bisa gunakan coklat meses atau parutan keju
Cara membuat:
(1) margarin dan gula halus dimixer hingga berwarna agak putih
(2) campur dengan kuning telur, tepung terigu, soda kue, dan baking powder, gunakan spatula untuk meratakan campurannya.
(3) sementara itu, putih telur dikocok terpisah dengan kecepatan tinggi hingga mengembang dan berbuih
(4) campurkan adonan (2) dengan (3), gunakan spatula untuk meratakannya
(5) masukkan kurma
(6) Siapkan cetakan muffin dan kertas cupcake, masukkan adonan akhir hingga memenuhi 3/4 cetakan
(7) Untuk topping, karena di kulkas ngga ada keju, jadi kali ini kami pakai coklat meses.
(8) panggang selama kurang lebih 15-20 menit.
(7) Untuk topping, karena di kulkas ngga ada keju, jadi kali ini kami pakai coklat meses.
(8) panggang selama kurang lebih 15-20 menit.
Hasilnya ... meskipun mesisnya masih berantakan, tapi rasanya pas, matengnya juga rata. Kalau penampilan mungkin masih jauh dari pro yaaa ... tapi yang penting anak-anak sama Abi suka. Alhamdulillah!
foto aseli, hasil bikinan kue sendiri!
Tuesday, May 21, 2013
Belajar Masak #3 Nugget
Membuat nugget ternyata mudah lho. Baru tau saya ...
Bahannya cuma daging (boleh ayam, sapi, atau ikan), roti, dan campuran tambahan (boleh sayuran atau jamur). Kali ini, karena di kulkas ada ayam cincang, roti, dan jamur, jadilah tiga bahan itu yang diramu untuk membuat nugget.
Untuk lengkapnya, bahan-bahan yang diperlukan seperti ini:
- daging cincang, kalau pakai ayam beli yang bagian dadanya saja biar dapat banyak dagingnya (o ya, tulangnya jangan dibuang, tapi disimpan, bisa dipakai buat bikin air kaldu)
- roti 6-7 lembar, disobek kecil-kecil
- jamur 250 gr, dipotong kecil-kecil (jamur bisa diganti dengan sayuran seperti wortel, brokoli, bayam, dll.)
- telur 2 butir
- bumbu yang dihaluskan: bawang putih dan merica
- margarin, untuk melumuri loyang
untuk kulit luar:
- telur 3 butir, dikocok
- tepung roti
cara membuat:
- daging cincang dan telur diblender
- campur dengan roti dan jamur, aduk rata hingga membentuk adonan
- masukkan ke dalam loyang yang sudah dilumuri margarin. kukus hingga matang
- setelah didinginkan, potong menurut bentuk dan ukuran yang diinginkan lalu lumuri dengan telur dan tepung roti. masukkan ke dalam wadah tertutup, simpan di freezer.
foto: aseli nugget bikinan sendiri!
Monday, May 6, 2013
Belajar Masak #2 Kroketballen
Sesudah 'berhasil' bikin biji ketapang, hari ini rencananya mau bikin kroketballen. Minggu lalu sebenarnya saya dan si bungsu sudah mencoba praktik resep yang sama, tapi karena ngga punya susu segar jadi pake susu bubuk berperisa ... hasilnya, oh oh oh ngga enak ternyata. Karena masih penasaran, jadi pengin coba buat lagi ... kebetulan di kulkas masih ada sisa susu segar sama tepung roti. Jadi, mari kita berusaha buat sekali lagi.
bahan-bahan:
- wortel, potong dadu kecil2
- ayam cincang (bisa diganti kornet, daging cincang, udang cincang, sesuai selera)
- daun bawang, iris sedang
- margarin untuk menumis
- susu segar 1 gelas
- kentang, dikukus dan dihancurkan
- bawang bombay, iris halus
- merica halus
- garam secukupnya
bahan kulit luar:
- telur 3, dikocok
- tepung roti
cara memasak:
(1) panaskan margarin, masukkan bawang bombay, ayam cincang, dan wortel, masukkan merica halus dan garam secukupnya
(2) setelah matang, masukkan daun bawang, ratakan
(3) masukkan susu segar, aduk-aduk hingga adonan mengental lalu matikan api
(4) setelah adonan dingin, campurkan dengan kentang yang sudah dihancurkan, pulungi campuran adonan membentuk bulatan (bola-bola atau bulat memanjang, bisa sesuai selera)
(4) setelah dipulung menurut bentuk yang diinginkan, cemplungkan (elho, bahasanya berantakan#?!) ke dalam kocokan telur, lalu guling-gulingkan (berantakan lagi deh#?!) ke tepung roti, goreng di api panas sedang
Fotonya harusnya di sini, tapi karena laku keras, jadi ngga ada yang tersisa untuk diambil fotonya. Piss.
bahan-bahan:
- wortel, potong dadu kecil2
- ayam cincang (bisa diganti kornet, daging cincang, udang cincang, sesuai selera)
- daun bawang, iris sedang
- margarin untuk menumis
- susu segar 1 gelas
- kentang, dikukus dan dihancurkan
- bawang bombay, iris halus
- merica halus
- garam secukupnya
bahan kulit luar:
- telur 3, dikocok
- tepung roti
cara memasak:
(1) panaskan margarin, masukkan bawang bombay, ayam cincang, dan wortel, masukkan merica halus dan garam secukupnya
(2) setelah matang, masukkan daun bawang, ratakan
(3) masukkan susu segar, aduk-aduk hingga adonan mengental lalu matikan api
(4) setelah adonan dingin, campurkan dengan kentang yang sudah dihancurkan, pulungi campuran adonan membentuk bulatan (bola-bola atau bulat memanjang, bisa sesuai selera)
(4) setelah dipulung menurut bentuk yang diinginkan, cemplungkan (elho, bahasanya berantakan#?!) ke dalam kocokan telur, lalu guling-gulingkan (berantakan lagi deh#?!) ke tepung roti, goreng di api panas sedang
Fotonya harusnya di sini, tapi karena laku keras, jadi ngga ada yang tersisa untuk diambil fotonya. Piss.
Sunday, May 5, 2013
Belajar Masak #1 Biji Ketapang
Sejak kemarin saya terpikir untuk mencoba resep kue yang mudah untuk mengisi waktu libur si sulung. Setelah mencari-cari resep, saya temukan resep kue kering tradisional Betawi, kue biji ketapang di rubrik kuliner majalah femina online. Kebetulan di kulkas masih ada sisa parutan kelapa dan susu segar, jadinya bisa dimanfaatkan sekalian.
Meskipun awalnya ogah-ogahan, tapi karena mencium wangi kelapa sangrai, si sulung akhirnya ingin tau dan ikut membantu saya dan si bungsu yang sudah terlebih dulu sibuk membuat persiapan di awal. Si bungsu yang selalu antusias dengan acara masak-memasak sibuk menyiapkan semua bahan: 100 gr gula pasir, 300 gr tepung terigu (diayak), 75 gr kelapa parut (sangrai), 50 ml susu cair, 50 ml margarin (lelehkan), 1 butir telur, dan garam secukupnya. Sementara saya menyiapkan bahan-bahan mentah untuk diayak, disangrai, dan dilelehkan, saya membiarkan si bungsu untuk mengocok gula, telur, dan margarin. Setelah tercampur rata saya lalu campurkan dengan tepung terigu, susu, kelapa parut, dan garam. Hasilnyanya adalah adonan yang siap untuk dipulung panjang, dipotong miring, dan digoreng.
Subscribe to:
Posts (Atom)
